Menurut perhitungan dokter, kehamilanku saat pemeriksaan 3 minggu lalu (5 April 2011) sudah berusia 20 minggu. Itu artinya sudah separuh jalan yang kulewati bersama ‘kakak’ sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Hamil itu memang luar biasa. Mungkin secara umum mual-mualnya sama, tapi kalau dicermati lagi apa yang dialami setiap bumil belum tentu sama. Makanya orang2 beranggapan bahwa kehamilan adalah peristiwa yang SANGAT istimewa yang hanya bisa dialami oleh wanita.

Rasa mual yang rupanya belum berakhir…
Tadinya aku berpikir kalau sudah lewat dari 3 bulan mual-mualku akan berkurang (atau bahkan hilang). Banyak yang bilang begitu. Tapi ternyata mualku belum hilang bahkan tak berkuraaaaanggg… T.T Malah yang tadinya aku sering mual di pagi hari sekarang jadi sore menjelang malam mualnya. Sejak awal hamil aku mengatasi mual dengan banyak ‘menyumpal’ perut dengan karbohidrat, buah, dan air hangat. Sejauh ini cuma cara itu yang paling efektif (aku menghindari minum obat mual). Karena mual yang berat di sore hari, jadwal antenatal-yoga yang biasanya sore2 pun jadi tertunda terus… *ah, mual apa malas? :p*
Tips: Pelukan suami bisa meredakan mual dan membuat kita yakin bahwa kita pasti bisa melewatinya, & semua akan baik-baik saja.
Pregnancy-craving a.k.a ‘ngidam’
Selama hamil ini aku memang suka aneh-aneh keinginannya. Sempat suatu waktu aku ‘heboh’ kalau minum harus pake sedotan. Akhirnya aku beli sedotan banyak banget untuk stok di rumah (centil ya?). Terus tadinya aku yang gak terlalu suka pisang (karena asam lambung yang suka tiba-tiba meningkat kalau makan pisang), sekarang doyannya setengah mati (dan ajaibnya, ternyata lambungku baik-baik saja). Pernah juga tengah malam kepengen es kelapa muda sama kebab Turki, Mau beli di mana coba??? Menggila kalau makan buah-buahan impor (semacam plum, peach, persimon, dll), eskrim, frozen yogurt, coklat, cake, donat, dan makanan manis lainnya, kepengen piara ikan hias (kalau yang ini suamiku belum ‘mengizinkan’ karena takut ikan-ikannya kuobok-obok tiap hari), dan keinginan-keinginan lainnya. Jadi sebenarnya fenomena ngidam itu apa? Reaksi fisik yang ‘butuh nutrisi’ atau hanya sugesti? Belum jelas juga. Dinikmati sajalah…
Noticing the ‘movement’
Tanggal 1 Maret 2011, sekitar jam 10 malam, adalah pertama kalinya aku merasakan bahwa bayiku bergerak. Usia kehamilanku waktu itu sekitar 15-16 minggu. Sebelumnya, bayiku sudah terdeteksi bergerak sejak minggu ke-11, tapi mungkin karena waktu itu masih terlalu kecil jadinya aku belum merasakan apa-apa.
Gerakan bayi yang baru pertama kali kurasakan ini benar-benar SENSASIONAL! Rasanya geli-geli bercampur ngilu yang makin ke sini makin intens (sudah gak terhitung lagi). Detak jantungnya pun sudah sangat terasa kalau aku meraba perutku. Sekarang aku sering ‘kaget’ kalau bayiku jumpalitan di dalam. Perutku ukurannya memang belum seberapa jika dibandingkan dengan teman-teman sesama bumil di usia kehamilan yang sama, tapi jangan salah… isinya sudah besar dan berat lho!
Sekarang ini bayiku sudah sulit diukur panjangnya karena setiap kali di USG pasti dia bergerak-gerak ke sana kemari seperti “Kung Fu Master” (atau “Jeet Kune Do Master“?). Sasaran tendangan ‘favorit’-nya sekarang adalah bladder. Akibatnya aku sering (nyaris) ngompol. Heboh sekali anakku ini… ;D
Favorite items!


Selama 4 bulan ini, ada beberapa item yang membuatku lebih menikmati kehamilan.
- Ini Shea body scrub dari The Body Shop. Selain aromanya yang manis, yang membuatku sangat jatuh cinta sama produk ini adalah sensasi ‘oily’ setelah memakainya. Jadi kulit kerasa lembab banget.
- Vivelle VCO ini berduet maut dengan Shea body scrub utk menjaga kelembaban kulit terutama daerah perut. Mudah2an ampuh untuk meminimalisasi stretchmark (yang sejauh ini belum muncul, hehehe…)
- Dulu aku pernah dikasih tau kalau selama hamil areola dan puting harus sering-sering dibersihkan. Nah membersihkannya itu pakai baby oil.
- Sejak awal kehamilan jerawatku benar2 panen raya. Lumayan terganggu juga karena sakitnya minta ampun. Untungnya lumayan bisa terkendali setelah pakai Mousse de Riz Nettoyante (L’Occitane). Sebelumnya aku pakai L’Occitane yang Olive, tp udah gak mempan…
- Maternity belt, ini gunanya untuk menyangga perutku supaya gak turun & stabil posisinya pas aku jalan. Biasanya kalo gak pake ini jadi gampang capek.
- Aku mulai merajut lagi!!! ;D
- Satu-satunya buku yang aku punya tentang kehamilan & merawat bayi ya buku gratisan dari Johnson & Johnson ini. Ini aku dapat waktu ikutan kelas senam hamil pas penelitian tesis, jauh sebelum aku menikah… ;p
- Melalui benda ini aku bisa memutar lagu2 favoritku kapan aja & di mana ajaaa… Selain itu aku juga menginstal aplikasi BabyCenter® “MY PREGNANCY TODAY” yang mungkin mirip2 item no. 7 tapi lebih lengkap & lebih praktis karena ini versi digital.
- Album foto ini tempat aku menyimpan foto2 USG si kakak di tiap bulannya… ^^
- I can’t stop eating chocolate!!!
- The Simpson’s adalah hiburan sejati!
- Sejak minggu ke-11 aku mulai rajin olahraga & relaksasi. Salah satunya dipandu dengan CD Antenatal Yoga. Tapi kok makin ke sini makin malas ya… perutnya sudah mulai berat untuk diajak gerak… Hahaha…
Me-’runtuh’-kan egoisme
Istilah ‘berbadan dua’ barangkali memang yang paling tepat untuk ibu hamil, karena dengan sebutan itu juga aku sadar bahwa sekarang aku tidak lagi ‘sendirian’. Konsekuensinya adalah aku sudah tidak dibenarkan lagi untuk HANYA memikirkan diri sendiri. Egoisme perlahan-lahan harus runtuh seiring dengan kepedulian atas satu lagi calon manusia yang harus dipikirkan.
Mungkin yang paling gampang adalah tentang ukuran badan. Alhamdulillah sejak awal kehamilan aku tidak pernah risau dengan ukuran badanku yang pastinya akan jadi gendut dan melar sana-sini. Aku sudah cukup puas dengan menjadi langsing (cuma kurang tinggi untuk ikutan ANTM) selama 26 tahun ini. Dan aku rasa tidak masalah kalau nanti badanku jadi lebih berisi. Itu juga sebabnya aku tidak khawatir saat nafsu makanku bertambah (asal tidak berlebihan). It’s not exactly eating for two, cuma berusaha memenuhi kebutuhanku dan bayiku. So, mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil? Itu urusan nanti… yang penting sehat dulu deh… hehehe…
Aku adalah orang yang sangat suka ke mall dan nongkrong di cafe/resto. Dulu sebelum hamil aku gak pernah peduli dengan kelelahan. Nafsu berburu barang favorit bisa mengalahkan segalanya. Tapi sekarang, kelelahan sedikit aja aku sudah gak berani mengambil risiko. Jadinya sudah gak doyan lagi berlama-lama di mall. Begitu juga dengan cafe/resto. Itu ‘gudang’-nya para perokok dan aku bisa langsung pergi begitu saja saat asap rokok mulai merebak (tidak peduli nafsu nongkrong yang masih membara). Sejak hamil aku juga berhenti makan sushi (yang menurutku adalah surga dunia), dan makan steak pun ‘pantang’ kalau dagingnya tidak matang sempurna.
Dalam hal pekerjaan, aku tahu bahwa pekerjaanku berisiko tinggi membuat aku terpapar dengan mikroorganisme sumber penyakit. jadi walaupun aku menikmati pekerjaanku, aku harus mengurangi beberapa beban kerja berisiko seperti tugas di gedung rawat inap. Ini semata-mata karena kehamilanku kekebalannya sangat bergantung padaku.
Mengurangi sebagian besar ‘kesenangan’ itu pada awalnya tidak pernah terbayangkan akan seheboh ini. Tapi itulah namanya penyesuaian terhadap peran. Aku tidak boleh lagi melulu memikirkan diri sendiri. Intinya, memikirkan si baby pun harus kulatih dari sekarang. Kesiapan untuk memegang amanah dari Tuhan harus ditunjukkan sejak fase-fase awal seperti ini. Bukankah kehamilan juga hal yang menyenangkan? Jadi mengapa kita tidak fokus untuk menikmatinya dan melupakan sejenak kesenangan-kesenangan lain yang belum tentu bisa ‘dinikmati’ oleh si baby. Namanya juga ‘berbadan-dua’…


